Minggu, 10 April 2016

Penulisan 2 - Analsis Rasio Keuangan

A. Pengertian Analisis Rasio Keuangan
          Analisis rasio keuangan adalah membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan untuk mengetahui posisi keuangan suatu perusahaan serta menilai kinerja manajemen dalam suatu periode tertentu.
     Irawati (2005 : 22) berpendapat rasio keuangan merupakan teknik analisis dalam bidang manajemen keuangan yang dimanfaatkan sebagai alat ukur kondisi keuangan suatu perusahaan dalam periode tertentu, ataupun hasil-hasil usaha dari suatu perusahaan pada suatu periode tertentu dengan jalan membandingkan dua buah variabel yang diambil dari laporan keuangan perusahaan, baik daftar neraca maupun laba rugi.

B. Jenis-Jenis Rasio Keuangan
       Pada umumnya terdapat bermacam-macam rasio keuangan, penggunaannya tergantung kepada tujuan kepentingan dan pemanfaatannya. Perbedaan jenis perusahaan juga dapat menimbulkan perbedaan penggunaan rasio-rasionya. Berikut ini bentuk-bentuk rasio keuangan:
1). Rasio Likuditas
Rasio yang menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendek. Dalam rasio likuiditas, analisis dapat dilakukan dengan menggunakan bentuk-bentuk rasio berikut:
  • Current Ratio (Rasio Lancar)
Rasio untuk mengatur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek dengan aktiva lancar yang tersedia.
Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang Lancar X 100%
  • Quick Ratio (Rasio Cepat)
Rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek tanpa memperhitungkan nilai persediaan.
Quick Ratio = (Aktiva Lancar - Persediaan) / Hutang Lancar X 100%

2). Rasio Solvabilitas
Rasio yang menunjukan kemampuan perusahaan untuk memenuhi seluruh kewajibannya baik jangka pendek maupun jangka panjang. Berikut ini rasio-rasio yang digunakan:
  • Total Debt to Asset Ratio
Rasio yang mengukur seberapa besar aktiva perusahaan dibiayai oleh utang atau seberapa besar hutang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.
Total Debt to Asset Ratio = Total Hutang / Total Aktiva X 100%
  • Total Debt to Equity Ratio
Rasio yang menunjukan hubungan antara jumlah utang jangka panjang dengan jumlah modal sendiri yang diberikan oleh pemilik perusahaan, guna mengetahui jumlah dana yang disediakan kreditur dengan pemilik perusahaan.
Total Debt to Equity Ratio = Total Hutang / Modal Sendiri X 100%

3). Rasio Profitabilitas
Rasio yang menunjukan tingkat perolehan (keuntungan) dibandingkan dengan penjualan atau aktiva.
  • Gross Profit Margin
Ukuran prosentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah perusahaan membayar harga pokok penjualan.
Gross Profit Margin = Laba Kotor / Penjualan X 100%
  • Operating Profit Margin
Ukuran prosentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah semua biaya dan pengeluaran lain dikurangi kecuali bunga dan pajak.
Operating Profit Margin = Laba Sebelum Pajak / Penjualan X 100%
  • Net Profit Margin
Ukuran prosentase dari setiap hasil sisa penjualan sesudah dikurangi semua biaya dan pengeluaran, termasuk bunga dan pajak.
Net Profit Margin = Laba Setelah Pajak / Penjualan X 100%

4). Rasio Aktivitas
Rasio yang digunakan untuk mengukur efisiensi/efektifitas perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimilikinya. Dalam analisa aktivitas rasio yang digunakan adalah:
  • Inventory Turn-Over Ratio
Rasio untuk mengukur aktivitas atau likuditas dari persediaan perusahaan.
Inventory Turn-Over Ratio = Harga Pokok Penjualan / Persediaan X 1 Kali
  • Total Asset Turn-Over Ratio
Perputaran total aktiva menunjukan efisiensi dimana perusahaan menggunakan seluruh aktivanya untuk menghasilkan penjualan.
Total Asset Turn-Over Ratio = Penjualan / Modal Aktiva X 1 Kali

5). Rasio Investasi
Rasio yang menunjukan rasio investasi dalam surat berharga atau efek, khusunya saham dan obligasi.

Sumber referensi:

Minggu, 13 Maret 2016

Penulisan 1 - Ruang Lingkup Analisis Laporan Keuangan

A. Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Analisis laporan keuangan adalah sustu proses penelitian laporan keuangan beserta unsur-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai pada masa lalu dan sekarang.
B. Tujuan dan Manfaat Analisis laporan Keuangan
Tujuan utama analisis laporan keuangan adalah sebagai berikut:
  1. Sebagai alat barometer untuk melakukan forecasting atau memproyeksikan posisi keuangan di masa yang akan datang;
  2. Mereview kondisi perusahaan saat ini, permasalahan dalam manajemen, operasional, maupun keuangan;
  3. Alat ukur untuk melakukan efisiensi di semua departemen perusahaan.
C. Metode dan Teknis Analisis Laporan Keuangan
Dalam Menganalisa lapora keuangan terdapat beberapa metode yang bisa dijadikan tolak ukur untuk menilai posisi keuangan, yaitu:
  • Metode Analisa Pertumbuhan
Teknik analisa yang disusun dengan membandingkan kenaikkan atau penurunan masing-masing pos laporan keuangan pada suatu periode tertentu dengan periode lainnya dari masing-masing pos yang terdapat di dalam laporan keuangan tersebut dengan menggunakan nilai persentase.
Data yang disajikan bisa dengan membandingkan kenaikkan atau penurunan masing-masing pos laporan keuangan bulan lalu dengan bulan sekarang, atau periode yang sama tahun lalu dan sekarang.
  • Metode Trend dan Indeks
Teknik analis hampir sama dengan metode analisa pertumbuhan, namun angka pembanding adalah laporan keuangan periode tertentu yang dijadikan indeks dan dipilih sebagai tahun dasar. Teknik tren ini sangat berguna untuk memproyeksikan laporan keuangan di masa yang akan datang dengan menggunakan data historis.
  • Metode Analisis Rasio
Teknik analisis dengan membandingkan masing-masing pos laporan keuangan yang relevan atau data yang signifikan.

Sumeber referensi:

Tugas 1 - Analisis Laporan Keuangan

Pengertian Laporan Keuangan
Laporan keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagai alat untuk mengkomunikasikan data keuangan atau aktivitas suatu perusahaan. Munawir (1991:2).
Sedangakan menurut Sundjaja dan Barlian (2001:47) Laporan keuangan adalah suatu laporan yang menggambarkan hasil dari proses akuntansi yang digunakan sebagai alat komunikasi untuk pihak-pihak yang berkepentingan dengan data keuangan atau aktivitas perusahaan.
Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa laporan keuangan tidak hanya sebagai alat penguji saja tetapi juga sebagai dasar untuk dapat menentukan atau menilai posisi keuangan perusahaan, dimana dengan hasil analisa tersebut pihak-pihak yang berkepentingan dapat mengambil suatu keputusan.
Secara umum tujuan dibuatnya laporan keuangan yaitu:
  1. Untuk memberikan informasi keuangan yang dapt dipercaya mengenai sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu perusahaan;
  2. Untuk memberikan informasi yang dapat dipercaya mengenai perubahan sumber-sumber ekonomi netto (sumber dikurangi kewajiban) suatu perusahaan yang timbul dari aktifitas-aktifitas usaha dalam rangka memperoleh laba;
  3. Untuk memberikan informasi keuangan yang membantu pemakai laporan di dalam mengestimasi potensi perusahaan dalam menghasilkan laba;
  4. Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan dalam sumber-sumber ekonomi dan kewajiban, sepeti informasi mengenai aktifitas pembelanjaan dan penerimaan;
  5. Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk kebutuhan pemakai laporan seperti informasi mengenai kebijaksanaan akuntansi yang dianut perusahaan.
Syarat-syarat laporan keuangan yang baik, antara lain:
  1. Relevan. Relevannya suatu laporan keuangan harus dihubungkan dengan maksud penggunaannya;
  2. Dapat dipahami. Informasi harus dimengerti oleh pemakainya dan dinyatakan dalam bentuk dan istilah yang disesuaikan dengan batas pengertian para pemakai;
  3. Daya uji. Pengukuran tidak dapat sepenuhnya lepas dari pertimbangan-pertimbangan dan pendapat-pendapat yang subyektif;
  4. Netral. Informasi harus diarahkan kepada kebutuhan umum pemakai dan tidak tergantung pada kebutuhan dan keinginan pihak-pihak tertentu;
  5. Tepat waktu. Informasi harus disampaikan sedini mungkin untuk dapat digunakan sebagai dasar untuk membantu dalam pengambilan keputusan-keputusan ekonomi dan untuk menghindari tertundanya pengambilan keputusan tersebut;
  6. Daya banding. Informasi dalam laporan keuangan lebih berguna bila dapat dibandingkan dengan laporan keuangan sebelumnya dan dari perusahaan yang sama maupun dengan laporan-laporan keuangan lainnya dalam perusahaan yang sama;
  7. Lengkap. Meliputi semua data akuntansi keuangan yang dapat memenuhi sevukupnya keenam tujuan kualitas tersebut.
Analisis Laporan Keuangan
Analsis laporan keuangan berarti menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil, untuk melihat hubungan antara laporan keuangan dan data lainnya (kuantitatif dan kualitatif), dimana hal ini bertujuan untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan secara lebih dalam.
Menganalisis suatu laporan keuangan ditujukan untuk mencari tahu lebih banyak informasi yang terkandung dalam laporan keuangan tersebut. Dari analisis tersebut, dapat diketahui semua aktifitas perusahaan apakah efisien dan efektif, atau apakah rencana dan target yang telah ditetapkan manajemen telah tercapai.
Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Secara umum analisis laporan keuangan dilakukan untuk menelusuri kemungkinan kesalahan penyajian informasi dalam suatu laporan keuangan. Oleh karena itu, hasil dari analisis laporan keuangan dapat berupa hal-hal berikut ini:
  • Kesalahan dalam proses akuntansi, seperti kesalahan pencatatan, kesalahan jumlah, kesalahan pembukuan, kesalahan perkiraan , kesalahan posting, dan kesalahan dalam menjurnal;
  • Kesalahan yang disengaja, seperti tidak mencatat harga dengan wajar, penghilangan data, dll.
Setelah mengetahui tujuan dari analisis laporan keuangan yaitu menambah informasi dari suatu laporan keuangan, maka dapat disimpulkan manfaat dari kegiatan analisis laporan keuangan yaitu sebagai berikut:
  1. Memberikan informasi yang lebih luas dan mendetail dibandingkan laporan keuangan biasa;
  2. Menelusuri kesalahan yang terdapat dalam laporan keuangan;
  3. Menunjukan indikasi ketidak-konsistenan dalam penyajian laporan keuangan;
  4. Memberikan informasi yang dibutuhkan bagi pengambil keputusan;
  5. Menunjukan peringkat perusahaan.
Contoh kasus Analisis Laporan Keuangan
Laporan Laba Rugi KOPSIS:
Laporan Neraca KOPSIS:
Berikut ini adalah contoh analisis laporan keuangan dengan menggunakan metode Analisis Rasio. Metode Analisis Rasio adalah teknik analisis dengan membandingkan masing-masing pos laporan keuangan yang relevan atau data yang signifikan.
1.   Rasio Likuiditas
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansialnya dalam jangka pendek. Ada beberapa jenis rasio likuiditas, antara lain:
a.   Current Ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar.
Rumus menghitung Current Ratio:
Current Ratio = Aktiva Lancar / Hutang lancar X 100%
Current Ratio KOPSIS 2011 = 398.721.769 / 131.599.802 X 100%
                                          = 3,02%
b.   Cash Ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan kas yang tersedia dan berikut surat berharga atau efek jangka pendek.
Rumus menghitung Cash Ratio:
Cash Ratio = Kas / Hutang lancar X 100%
Cash Ratio KOPSIS 2011 = 2.615.000 / 131.599.802 X 100%
                                      = 0,01%
c.   Quick ratio atau Acid Test Ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar yang lebih liquid (liquid assets)
Rumus menghitung Quick Ratio:
Quick Ratio = (Aktiva Lancar - Persediaan) / Hutang Lancar X 100%
Quick Ratio KOPSIS 2011 = 313.819.500 / 131.599.802 X 100%
                                       = 2,38%
2.   Rasio profitabilitas atau Rentabilitas
Rasio untuk mengatur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan modal sendiri. Ada beberapa jenis rasio profitabilitas, antara lain:
a.   Gross Profit Margin
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan laba kotor dari penjualan.
Rumus menghitung Gross profit Margin:
GPM = (Penjualan Netto - HPP) / Penjualan Netto X 100%
GPM KOPSIS 2011 = (395.532.415 - 309.757.825) / 395.532.415 X 100%
                              = 0,21%
b.   
3.   Raiso Solvabilitas
Raiso untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi semua kewajiban finansial jangka panjang. Ada beberapa jenis rasio solvabilitas, antara lai:
a.   Total Debt to Assets Ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya.
Rumus menghitung Total Debt to Assets Ratio:
TDAR = Total Hutang / Total Aktiva X 100%
TDAR KOPSIS 2011 = 131.599.802 / 451.698.913 X 100%
                                = 0,29%
b.   Total Debt to Equity Ratio
Rasio untuk mengukur seberapa besar perusahaan dibiayai oleh pihak kreditur dibandingkan dengan equity.
Rumus menghitung Total Debt to Equity Ratio:
TDER = Total Hutang / Modal Sendiri X 100%
TDER KOPSIS 2011 = 131.599.802 / 320.099.111 X 100%
                                = 0,41%
4. Rasio Aktivitas
Rasio untuk mengukur seberapa efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya.

Sumber referensi:
Buku Petunjuk Tekhnis Administrasi Pembukuan Sistim Akuntansi. Jakarta : Pusat Koperasi "A"

Selasa, 15 Desember 2015

Database

Nama Anggota :
1. Abiyu Hadi Amin (40213065)
2. Bagas Setiawan (41213599)
3. Berna Tergusin S. (41213709)
4. Dwinanda Agung L. (42213725)
5. Ogi Saputera (46213757)
Kelas : 3DA02
Mata Kuliah : Sistem Informasi Manejemen

Pada penulisan ini akan kami bahas mengenai penyimpanan sekunder, yaitu mengenai pengidentifikasian dua jenis dasar penyimpanan sekunder dan memberikan contoh terhadap masing-masing jenis tersebut. kami juga juga akan mengemukakan pengaruh penyimpanan sekunder pada cara pemrosesan data.
1. Hirarki Data
File adalah kumpulan catatan data yang mempunyai hubungan dengan subyek tertentu. Sebagai contoh, ada file piutang yang menerangkan faktur yang dikirim perusahaan kepada pelanggannya. Record atau catatan terdiri atas semua elemen data yang berkaitan dengan sub-unit dalam file. sebagai contoh, tiap catatan pada file penggajian berhubungan dengan tiap-tiap karyawan. Elemen data adalah unit data terkecil, sehingga ia tidak dapat dipisahkan. dalam catatan penggajian dapat dijumpai elemen data seperti, nama karyawan, nomor karyawan, dan nomor biaya pembayaran per jam.
oleh karenanya, data berada dalam hierarki:
*File
           *Catatan (record)
                             *Elemen data

2. Manajemen Informasi dan Data
Manajemen informasi didefinisikan sebagai seluruh usaha dalam perusahaan untuk menciptakan dan memelihara sumber informasi. Bila dinyatakan dalam penyertaan formal oleh manajemen puncak dalam perusahaan, maka istilah manajemen sumber informasi atau IRM-lah yang digunakan. Karena data adalah bahan mentah dari tempat perolehan informasi, perusahaan juga menggunakan manajemen data. Manajemen data, yang merupakan subset manajemen informasi, mencakup semua aktivitas yang dilakukan untuk memastikan keakuratan dan ke-up to date-an sumber data perusahaan.
Aktivitas manajemen data mencakup:
  • Pengumpulan data. data yang diperlukan dikumpulkan dan dicatat pada sebuah form yang disebut dokumen sumber yang berperan sebagai input terhadap sistem. sebagai contoh, data yang menerangkan penjualan dimasukkan pada form pesanan penjualan.
  • Verifikasi. Data diedit dalam beberapa cara untuk memverifikasi keakuratannya.
  • Penyimpanan. Data disimpan pada beberapa media, seperti tape magnetis dan disk magnetis.
  • Pengamanan. Selagi data berada dalam penyimpanan ia dijaga keamanannya untuk mencegah kerusakan, pengrusakan, atau penyalahgunaan.
  • Pengorganisasian. Data dapat disusun dalam berbagai urutan untuk menungkatkan nilai informasinya.
  • Pemanggilan. Data dibuat agar dapat diguanakan oleh pemakai yang berhak.
Perusahaan mengorganisasi datanya menjadi sumber data terpadu dan menyusun software yang diperlukan untuk mengelola sumber tersebut, dimungkinkan untuk melakukan semua kegiatan tersebut dengan menggunakan komputer.

3. Penyimpanan Sekunder
Semua komputer mennyertakan beberapa penyimpanan sekunder untuk mendukung penyimpanan primer. Lebih jauh lagi kita mengetahui bahwa penyimpanan sekunder selalu berisi unit tape magnetis  dan disk magnetis. Walaupun sekarang ini mereka termasuk teknologi yang paling terkenal, namun mereka bukanlah merupakan dua jenis utama penyimpanan sekunder. Dua jenis utama penyimpanan sekunder adalah akses beruntun dan akses langsung. Akses langsung dapat memanggil secara cepat catatan perorangan, namun penyimpanan berurutan (sequential) tidak dapat.

     a). Penyimpanan Berurutan (Sequential)
Penyimpanan sequential adalah media penyimpanan untuk mengisikan catatan yang diatur dalam susunan tertentu. Catatan pertama harus diproses pertama kali, catatan kedua diproses pada urutan yang kedua, dan seterusnya sampai file tersebut penuh. Mekanisme yang digunakan untuk membaca dan menulis hanya dapat mengakses catatan berikutnya. Ia tidak dapat melangkahi ataupun kembali lagi secara tidak urut untuk mengakses record lain.Tape magnetis menjadi satu-satunya media penyimpanan yang banyak digunakan sekarang ini, dan harus digunakan untuk penyimpanan sequential.
  • Record Tape Magnetis
Semua elemen data yang merupakan record direkam atau dicatat  secara bergantian sepanjang luas tape. Field digunakan untuk menerangkan ruang dalam record tempat elemen data disimpan. Baris kosong memisahkan antara record tersebut.
  • Memperbaharui File Tape Magnetis
File yang memberikan gambaran konseptual dari perusahaan disebut file master. Terdapat file invetory master, file customer master, file employee master, dan sebagainya. Setiap file master berisi data mengenai subyeknya sendiri. File master diperbaharui dengan data dari file transaksi. File transaksi berisi data yang menjelaskan aktivitas perusahaan, seperti penjualan, pembelian, dan jam kerja karyawan.
Proses pembaharuan file disebut pemeliharaan file (file maintenance). proses tersebut mencakup penambahan record baru, penghapusan record, dan pembuatan perubahan pada record. Ketika file master tape magnetis dipelihara, tidak dimungkinkan menulis kembali record yang diperbaharui ke dalam area yang sama pada tape dari tempat terbacanya record. Record yang diperbaharui harus ditulis ke dalam tape yang lain. Oleh karena itu, pemeliharaan file tape magnetis akan menghasilkan tape yang diperbaharui kedua.
  • Penggunaan Tape Magnetis
Tape magnetis lebih tepat digunakan sebagai media penyimpanan historis. Perusahaan dapat menyimpan data accountingnya pada tape dan menyimpan tape pada kotak penyimpanan sebagai audit trail, atau catatan aktivitas bisnis. Penggunaan yang sama dari tape magnetis ini adalah sebagai file backup untuk file master pada peralatan penyimpanan akses langsung.
Tape magnetis dapat juga berfungsi sebagai media input. Unit key-to-tape offline dapat digunakan untuk merekam data transaksi ke dalam kumparan tape magnetis atau kaset, yang kemudian dapat diproses oleh komputer. Yang terakhir, tape magnetis dapat digunakan sebagai media komunikasi yang dapat dikirimkan.

     b). Penyimpanan Akses Langsung
Jenis utama lain dari penyimpanan sekunder adalah akses langsung. Peralatan penyimpanan akses langsung, yang disebut DASD, memungkinkan mekanisme baca/tulis dapat diarahkan ke record tertentu tanpa pencarian secara urut. Teknologi DASD yang paling terkenal adalah disk magnetis. Disk ini terbuat dari metal atau logam yang dilapisi dengan bahan perekaman yang digunakan pada tape magnetis.
  • Disk Magnetis
DADS dari mikrokomputer sering kali terdiri atas satu atau dua disket drive yang memproses data yang terekam pada disket atau floopy plastik kecil. Disket 5 1/4 inci dari PC IBM dan dari PC kompatibel mempunyai kapasitas 360.000 byte. Disket 3 1/2 inci dari IBM Personal System/2 yang baru, mempunyai kapasitas 720.000 byte. Hard Disk terbuat dari logam dan dapat menyimpan 20 megabyte atau lebih.
  • Memperbaharui File DASD
Pada penyimpanan akses langsung, mekanisme akses dapat diarahkan ke sembarang record untuk proses baca dan tulis pada lokasi tersebut, maka tidak perlu untuk menciptakan file kedua seperti yang dilakukan tape magnetis. Record yang diperbaharui ditulis kembali dalam lokasi aslinya. Data transaksi dapat [ula dalam bentuk disk magnetis atau file tape. Lebih dari itu, data transaksi tidak perlu berada dalam urutan tertentu pula.
DASD dapat digunakan sebagai penyimpanan sequential (berurutan). Dalam hal ini, record DASD dibaca dan ditulis dengan cara yang sama seperti pada tape magnetis, yaitu record harus dibaca atau ditulis secara urut.
  • Penggunaan DASD
DASD dapat digunakan sebagai media file master secara sempurna. File tersebut dapat diperbaharui selagi transkasi terjadi, dengan memberikan record ativitas perusahaan pada saat itu. pemakai dapat memperoleh akses yang cepat terhadap data ini dari terminal.
Kekurangan trail audit otomatis yang dilakukan oleh file master lama akan menyebabkan pemakai DASD untuk secara berkala mengkopi file DASD ke dalam tape magnetis.Hal ini disebut dumping the file. Tape berfungsi sebagai file backup.
Penggunaan DASD lain yang terkenal adalah sebagai media penyimpanan intermediate untuk mengisi data yang semi terproses. DASD dapat juga digunakan sebagai media input dengan cara yang sama seperti pada tape magnetis.
  • Teknologi DASD yang Lain
Teknologi baru yang muncul besar kemungkinannya akan mengganti disk magnetis dengan disk optis. Disk optis, yang juga disebut laser disk dan CD-ROM (singkatan dari Compact Disk - Read Only Memory), adalah disk yang menampilkan data dengan kombinasi pit tipis yang diciptakan pada permukaan sinar laser.

4. Pengaruh Peyimpanan Sekunder Pada Pemrosesan
Ada dua cara untuk memproses data, menjalankan transaksi secara terpisah, atau menggabungkan beberapa transaksi dan memprosesnya secara bersama-sama sebagai batch. Bila tiap transaksi diproses secara terpisah, proses ini dikenal sebagai online processing (pemrosesan online). Aplikasi perusahaan terutama dipengaruhi oleh jenis pemrosesan yang dilakukan. Aplikasi menentukan jenis penyimpanan sekunder yang dikehendaki. Kemudian, bila penyimpanan dihubungkan ke CPU, pemrosesan yang diawali penyimpanan akan terjadi.
  • Pemrosesan Batch
Pemrosesan batch telah digunakan lebih lama dari pemrosesan online, namun masih digunakan terutama untuk sistem pemrosesan data. Kelemahan pemrosesan batch file adalah adanya kenyataan bahwa file hanya akan berlaku segera setelah pembaharuan cycle. Hal tersebut berarti manajemen tidak mempunyai sumber data yang akurat.
  • Pemrosesan Online
pemrosesan online dikembangkan untuk mengatasi masalah file yang ketinggalan jaman. Terobosan teknologi yang menyebabkan munculnya pemrosesan online adalah penyimpanan disk (disk storage).
  • Sistem Real-Time
Sistem Real-Time merupakan sistem komputer yang mengontrol sistem fisik yang mamp merespon secara cepat terhadap status dari sistem fisik tersebut. Artinya transaksi dilakukan dalam real time (waktu sebenarnya) selagi transkaksi terjadi. Sistem real-time adalah jenis khusus dari sistem online.

Sumber referensi :
McLeod, Raymond, Jr., 2008. Sistem Informasi Manajemen Edisi Kedelapan. Jakarta: Salemba Empat.
Margianti, E. S., dan Suryadi, H. S. 1994. Seri Diktat Kuliah : Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Penerbit Gunadarma.

Rabu, 18 November 2015

BNI SMS Banking

Nama-Nama Anggota :
  1. Abiyu Hadi Amin (40213065)
  2. Berna Tergusin S. (41213709)
  3. Bagas Setiawan (41213599)
  4. Dwinanda Agung Laksono (42213725)
  5. Ogi Saputra (46213757)
Kelas 3DA02

Kemajuan dalam bidang Teknologi Informasi merupakan sesuatu yang patut disyukuri karena dengan kemajuan tersebut manusia akan dipermudah dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya maupun kemudahan dalam mengakses informasi. Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktivitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Teknologi informasi dan komunikasi yang perkembangannya sangat cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segaa aktivitas. Beberapa penerapan dari teknologi informasi dan komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, dan lain-lain,
Salah satu contoh pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi di sektor perbankan yaitu BNI SMS Banking. BNI SMS Banking merupakan fasilitas layanan perbankan yang memudahkan nasabah untuk melakukan isi ulang pulsa, transfer sampai bayar tagihan kartu kredit BNI semudah mengirim SMS. BNI SMS Banking dapat diakses dengan menggunakan perintah SMS biasa, atau dengan cara download BNI SMS Banking Menu.

BNI SMS banking merupakan aplikasi berbasis Android, Blackberry, iOS, dan lain-lain yang dapat di download dari masing-masing platform tersebut secara gratis. kriteria ponsel yang dapat menggunakan aplikasi BNI SMS Banking Menu yaitu:
  • Support Java MIDP 2.0
  • Sistem operasi berbasis Android, Blackberry, iOS, Windows Mobile dan Symbian
  • Memiliki tombol navigasi (Untuk layar sentuh menggunakan virtual keyboard
  • Memiliki kemampuan untuk koneksi internet.
Untuk menggunakan aplikasi ini, nasabah harus menjadi pengguna terdaftar. Nasabah dapat melakukan proses registrasi melalui Cabang BNI atau ATM BNI.
Sebagai pengguna terdaftar non-keuangan, nasabah hanya dapat melakukan transaksi non-keuangan seperti:
  1. Informasi saldo
  2. Permintaan transaksi historis terakhir
  3. Inquiry tagihan, seperti: Kartu kredit, telepon dan penagihan listrik, dll
  4. Mengubah PIN.
Untuk menjadi pengguna terdaftar keuangan, nasabah harus melakukan proses aktivasi melalui cabang BNI, sebagai pengguna terdaftar keuangan, nasabah dapat melakukan transaksi non-keuangan maupun transaksi keungan seperti berikut:
  1. Transfer dana ke rekening BNI lain dan transfer antar-Bank
  2. Isi ulang produk prabayar
  3. Pembayaran kartu kredit BNI dan non-BNI
  4. Pembayaran tagihan Telkom dan PLN
  5. Zaqat, Infaq, dan Qurban
  6. Pembayaran tiket pesawat.
Fitur-Fitur BNI SMS Banking :
  •  Enquiry
  • Transfer
  • Pembayaran
  • Pembelian
  • e-Commerce
  • Administrasi
  • Free Syntax

Sumber referensi:

Kamis, 15 Oktober 2015

Proyek Double Double Track Manggarai - Cikarang

Proyek Double Double Track (rel kereta api dwi-ganda/4 jalur) adalah proyek yang sedang dikerjakan oleh PT. KAI bersama dengan Kementerian Perhubungan. Proyek tersebut merupakan penambahan jumlah rel yang sebelumnya dua jalur menjadi empat jalur. Proyek DDT dilaksanakan di Jakarta dan Bekasi yang menghubungkan stasiun Manggarai hingga stasiun Cikarang (Kabupaten Bekasi).
Proyek DDT dilatarbelakangi semakin ramainya lalu lalang perjalanan kereta api yang melalui rute tersebut. Setiap harinya rute tersebut sangat sibuk karena kereta api lokal (Commuter Line Jabodetabek) dan kereta api jarak jauh tak henti-hentinya melintas. dengan kondisi sekarang yang hanya memilik 2 jalur berdampak pada seringnya  keterlambatan perjalanan kereta api. Keterlambatan tersebut disebabkan kereta api harus saling mengantri saat berangkat atau masuk ke stasiun. pengguna jasa angkutan kereta api sudah banyak yang mengeluh akan hal tersebut karena memakan waktu lebih lama untuk sampai ke tujuan.
Proyek DDT telah dimulai sejak tahun 2012. Proyek tersebut bersumber dana dari pinjaman pemerintah Jepang dan Pemerintah Indonesia dengan total anggaran lebih dari Rp 5 triliun. Proyek DDT dibagi menjadi empat paket dengan rincian sebagai berikut :
  • Paket A (Manggarai-Jatinegara) senilai Rp 3,440 triliun
  • Paket B2 (1) (Jatinegara-Bekasi) senilai Rp 900 miliar
  • Paket B2 (2) (Jatinegara-Bekasi) senilai Rp 260 miliar
  • Paket B1 (Bekasi-Cikarang) senilai Rp 1,121 triliun
Pada tahun 2015 ini proyek DDT sudah cukup terlihat khusunya di rute Jatinegara-Bekasi. bentangan rel 4 jalur menjadi pemandangan sehari-hari pengguna jasa angkut kereta api di rute tersebut. Namun di beberapa bagian misalnya di jembatan dan di setiap stasiun yang dilalui  jalur baru tersebut belum terhubung karena harus didahului oleh pembangunan jembatan dan renovasi stasiun. pengerjaan terus dikebut hingga akhir tahun 2015 dan diperkirakan siap beroperasi pada tahun 2018.
Kendala yang dihadapi proyek DDT ini adalah pembebasan tanah. Pada rute Bekasi-Cikarang masih ada beberapa titik yang tanahya belum bersedia dijual oleh pemilik. pemilik bersikukuh meminta kenaikan nilai tawaran harga yang lebih pantas. saat ini usaha negosiasi terus dilakukan dan diharapakan sesegera mungkin proses pembebasan lahan diselesaikan.
Pada saat pembangunan DDT selesai, perjalanan Commuter Line dengan kereta api jarak jauh nantinya tidak akan bersinggungan pada jalur yang sama. DDT tersebut dibagi 2 dua jalur untuk perjalanan Commuter Line dan sisanya digunakan untuk Kereta Api jarak jauh. Diperkirakan DDT dapat mengatasi keterlambatan yang kini jadi permasalahan. Bukan hanya itu, dengan adanya DDT di rute Manggarai-Bekasi ini akan memungkinkan untuk menambah frekuensi peralanan Commuter Line di rute tersebut. Pada tahun 2018 diprediksi sebanyak 1,2 juta penumpang menggunakan Commuter Line setiap harinya.
proyek DDT ini juga dibarengi dengan proyek penambahan rute perjalanan Commuter Line yang sebelumnnya hanya sampai stasiun Bekasi, nantinya CL akan beroperasi hingga stasiun Cikarang. proyek tersebut masih terus dikerjakan dan kini dalam tahap pemasangan tiang listrik aliran atas dari stasiun Bekasi sampai stasiun Cikarang.

Sumber referensi:

Selasa, 13 Oktober 2015

SUMBER DAYA INFORMASI

Nama-Nama Anggota :
  1. Abiyu Hadi Amin (40213065)
  2. Berna Tergusin S. (41213709)
  3. Bagas Setiawan (41213599)
  4. Dwinanda Agung Laksono (42213725)
  5. Ogi Saputra (46213757)
Kelas 3DA02

Pengertian Sumber Daya Informasi
Informasi merupakan salah satu sumber utama dari perusahaan & ia dapat dikelola seperti halnya sumber lain. IRM (Information Resources Management) merupakan metodologi siklus hidup yang digunakan untuk menciptakan system yang menghasilkan informasi yang berkualitas.
IRM adalah konsep manajemen sumber informasi yang mengenal informasi sebagai sumber organisasional utama yang harus dikelola dengan tingkat kepentingan yang sama seperti sumber organisasional dominan lain seperti orang, keuangan, peralatan & manajemen.
Agar perusahaan sepenuhnya dapat mencapai IRM, perlu adanya serangkaian kondisi tertentu. Kondisi-kondisi tersebut meliputi elemen-elemen IRM yang diperlukan adalah :
  • Kesadaran bahwa keunggulan kompetitif dapat dicapai melalui sumberdaya informasi yang unggul
  • Kesadaran bahwa jasa informasi adalah suatu area fungsional utama
  • Kesadaran bahwa CIO adalah eksekutif puncak
  • Perhatian pada sumberdaya informasi perusahaan saat membuat perencanaan strategis dan rencana strategis formal untuk sumberdaya informasi
  • Strategi untuk mendorong dan mengelola end-user computing
  • Rencana strategis formal untuk sumber daya informasi.
Adapun jenis-jenis sumber daya informasi, yaitu :
  1. Perangkat keras komputer (Hardware)
  2. Perangkat lunak komputer (Software)
  3. Spesialis informasi
  4. Pemakai
  5. Fasilitas
  6. Database, dan
  7. Informasi
Kondisi-kondisi IRM yang diperlukan tersebut tidak terpisah, tetapi bekerja sama secara terkoordinasi. Adapun komponen dasar dalam penerapan IRM, yakni :
a). Lingkungan perusahaan;
Delapan elemen lingkungan memberikan latar belakang atau pengaruh untuk mencapai keunggulan kompetitif. Para eksekutif menuadari perlunya mengelola arus sumberdaya sebagai cara untuk memenuhi sejumlah kebutuhan elemen-elemen lingkungan dalam pasar yang kompetitif.
b). Eksekutif perusahaan;
CIO disertakan dalam kelompok eksekutif yang mengarahkan perusahaan mencapai tujuannya dalam bentuk perencaan strategis.
c). Bidang/area fungsional;
Jasa informasi disertakan sebagai suatu bidang fungsional utama, dan setiap bidang bersama-sama mengembangkan rencana-rencana strategis yang mendukung rencana strategis perusahaan. Salah satunya adalah rencana strategis sumberdaya informasi, yang dipersiapkan oleh jasa informasi bekerja sama dengan bidang fungsional lainnya.
d). Sumberdaya informasi;
Rencana strategis sumberdaya informasi menggambarkan bagaimana semua sumberdaya informasi diperoleh dan dikelola. Sebagian dipusatkan dalam jasa informasi, dan sebagian didistribusikan diseluruh perusahaan dalam area pemakai.
e). Pemakai;
Data dan informasi mengalir antara sumberdaya informasi dan para pemakai. Sebagian pemakai ikut serta dalam End-User-Computing.

Sumber referensi :