Kamis, 25 Juni 2015

Kompetensi Inti Usaha dan Strategi Bersaing Dalam Kewirausahaan

        pesatnya pertumbuhan dan perkembangan teknologi telah menciptakan pergeseran pola pikir dan gaya hidup masyarakat. termasuk dalam hal pemenuhan kebutuhan mulai dari kebuuhan primer hingga yang tersier. menanggapi perubahan tersebut, pengusaha harus cermat membaca kebutuhan serta keinginan konsumennya dengan berbagai solusi. perusahaan harus mampu menciptakan produk yang sesuai dengan keinginan dan kebutuhan konsumen pada waktu yang tepat, mampu monsosialisasikan keberadaan dan keunggulan produknya dibandingkan produk pesaingnya, serta mampu menarik minat masyarakat untuk membeli produknya.
        bukan hanya mengenai keunggulan produk, pengusaha juga harus mampu mengatasi keberadaan pesaing. kebanyakan pengusaha menganggap pesaing merupakan ancaman yang dapat menyaingi usahanya, membuat produknya tidak laku dan membawa ke dalam kebangkrutan. namun lebih dari itu keberadaan pesaing usaha dapat memberikan dampak yang positif, seperti memacu kita untuk menciptakan produk yang lebih inovatif sehingga perusahaan akan lebih baik ketimbang para pesaingnnya.
        para pengusaha dituntut untuk mempunyai kompetensi yang unik, mencirikan dirinya, sehingga membedakannya dari para pesaing. setelah itu, dengan kompetensi yang dimilikinya diharapkan pengusaha tersebut dapat menciptakan strategi-strategi yang jitu dalam menjalankan usahanya. ketika kompetensi dan strategi-strategi tersebut berpadu, di saat itu lah pengusaha dapat bertahan di dalam perubahan pasar yang signifikan.
A. Kompetensi Inti Usaha
Menurut teori strategi dinamis dari Porter (1991), suatu perusahaan dapat mencapai keberhasilan bila tiga kondisi dipenuhi, yaitu:
1). Tujuan perusahaan dan kebijakan fungsi-fungsi manajemen (seperti produksi dan pemasaran) harus secara kolektif memperlihatkan posisi terkuat di pasar.
2). Tujuan dan kebijakan tersebut ditumbuhkan berdasarkan kekuatan perusahaan, serta diperbaharui terus (dinamis) sesuai dengan perubahan peluang dan ancaman lingkungan eksternal.
3). Perusahaan harus memiliki dan menggali kompetensi khusus sebagai pendorong untuk menjalankan perusahaan, misalnya dengan reputasi merek dan biaya produksi yang rendah. Bila kompetensi khusus ini tidak diubah, maka tingkat keuntungan perusahaan bisa menurun.
      Oleh sebab itu, menurut Mintzberg (1990) dalam teori design school, perusahaan harus mendesain strategi perusahaan yang cocok antara peluang dan ancaman eksternal dengan kemampuan internal yang memadai dan berpedoman pada pilihan alternatif dari strategi besar (grand strategy), kemudian didukung dengan menumbuhkan kapabilitas inti yang merupakan kompetensi khusus dari pengelolaan sumber daya perusahaan.
    Gery Hamel dan C.K. Parahalad dalam karyanya Competing for The Future (1994), mengemukakan beberapa definisi kompetensi inti (core competency) sebagai berikut:
1). Kompetensi inti menggambarkan kemampuan kepemimpinan dalam serangkaian produk atau jasa.
2). Kompetensi adalah sekumpulan keterampilan dan teknologi yang dimiliki perusahaan untuk dapat bersaing.
3). Kompetensi inti adalah keterampilan yang memungkinkan perusahaan memberikan manfaat fundamental kepada pelanggan.
4). Sumber-sumber kompetensi secara kompetitif merupakan suatu keunikan bersaing dan memberikan konstribusi terhadap nilai dan biaya konsumen.
         Menurut Mahoney dan Pandian (1992), untuk menghadapi persaingan yang semakin kompleks dan krisis eksternal, perusahaan kecil dapat menggunakan teori ‘strategi berbasis sumber daya’ (resource-based strategy). Teori ini mengutamakan pengembangan kapabilitas internal yang unggul, tidak transparan, sukar ditiru oleh pesaing, memberi daya saing jangka panjang yang melebihi tuntutan pasar saat ini, dan kebal terhadap resesi.
        Menurut teori ini, perusahaan dapat meraih keuntungan melalui penggunaan sumber daya yang lebih baik, yaitu dengan:
1). Pola organisasi dan administrasi yang baik
2). Perpaduan aset fisik berwujud seperti sumber daya manusia dan alam, serta aset tidak berwujud seperti kebiasaan berfikir kreatif (Penrose, 1995) dan keterampilan manajerial.
3). Budaya perusahaan
4). Proses kerja dan penyesuaian yang cepat atas tuntutan baru.
        Baik teori strategi dinamis maupun strategi berbasis sumber daya kelihatanya sangat relevan bila diterapkan dalam pembangunan dan pengembangan perusahaan kecil di Indonesia yang dihadapkan pada persaingan bebas dan krisis ekonomi yang berkepanjangan seperti saat ini.
      Mengidentifikasikan dan mengevaluasi kemampuan atau kapabilitas. Kapabilitas diartikan sebagai apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan melalui kerja sama tim (bukan perorangan) untuk mengembangkan berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan. Kapabilitas tersebut mengintegrasikan ide baru, keterampilan, dan pengetahuan lain yang menjadi kunci berpikir kreatif.
        Menyortir dan mengembangkan kapabilitas untuk diterapkan di pasar guna mencapai keuntungan tinggi secara berkesinambungan yang sulit ditiru atau disaingi. Pada tahap ini, kapabilitas harus dipelihara dalam hal:
a. Daya tahan, yaitu perlu untuk terus diperbarui atau dimodifikasi dengan mencari pengetahuan dan ide-ide baru.
b. Tidak boleh transparan, yaitu dengan mengembangkan kapabilitas yang beragam dan tidak menggantungkan salah satu sumber kapabilitas sehingga sulit diamati atau direkonstruksi oleh orang lain.
           Memformulasikan strategi pengembangan sumber daya inti dan kapabilitas seefektif mungkin pada semua kegiatan manajemen.
B. Strategi Bersaing Dalam Kewirausahaan
         Para pengusaha menggunakan proses inovasi sebagai alat pemberdayaan sumber-sumber untuk menciptakan suatu nilai barang dan jasa.
         Dalam melakukan strategi usahanya, pengusaha biasanya menggunakan strategi sebagai berikut:
1). Menyangkut pengembangan keterampilan untuk menanggapi peluang yang diciptakan oleh perusahaan yang berada di pasar pertama.
2). Perubahan karakteristik produk, pasar, atau industri yang berbasis pada inovasi. Strategi ini menciptakan inovasi dengan salah satu cara berikut:
a. Menciptakan manfaat.
b. Meningkatkan nilai inovasi.
c. Beradaptasi dengan lingkungan sosial ekonomi pelanggan.
d. Menyajikan apa yang dianggap bernilai oleh pelanggan.
Strategi bagi Pemimpin Pasar
          Apabila perusahaan telah memiliki peluang pasar yang besar seperti pada masa pertumbuhan, maka strateginya:
1). Bersikap menyerang dan agresif untuk mempertahankan pangsa pasar. Wirausaha harus siap memperbaiki strategi bersaingnya agar tetap dapat mempertahankan reputasi terbaik di mata pelanggan.
2). Bersikap bertahan dan tidak terlalu agresif. Dalam posisi ini, setiap departemen secara efektif menemukan keunggulan bersaing dan secara bertahap dapat membangun hambatan masuk ke segmen pasar yang dipilih untuk bersaing.
3). Tidak boleh ada anggapan bahwa perusahaan yang berhasil tidak memiliki tantangan. Perusahaan yang pasif mempertahankan pasarnya akan selalu mengundang pesaing untuk memasuki pasar. Kegagalan dalam mempertahankan strategi akan memperlemah perusahaan dalam menanggapi serangan dan pesaing. Bila demikian maka, pesaing akan menjadi pemimpin pasar (market leader) yang baru.
Strategi bagi Bukan Pemimpin Pasar
          Perusahaan yang memasuki tahap pertumbuhan yang memiliki posisi kuat di pasar, memiliki strategi tertentu. Akan tetapi strategi ini bukan untuk bersaing dengan market leader. Strategi ini dilakukan dengan cara:
1). Secara agresif menggunakan kompetensi terbaiknya untuk meraih peluang pasar sehingga tidak tertandingi oleh pesaing. Wirausaha harus memposisikan dirinya dalam segmen pasar kecil sebagai pemain yang paling dominan. Wirausaha membangun dan mempertahankan hubungan secara terbuka dengan para pelanggannya. Dalam hal wirausaha jarang mengabaikan peluang dan selalu memperkuat hubungan melalui pelayanan yang istimewa dan atas kebutuhan pelanggan.
2). Mengembangkan strategi sebagai follower leader. Dalam kondisi ekonomi yang baik, perusahaan yang mengikuti strategi ini bisa berhasil. Ancaman untuk strategi ini adalah jika pelanggan tidak lagi memandang perusahaan pemasok sebagai pilihan pertama. Selain itu, pasar dengan produk dan jasa sejenis (undifferentiated), bukanlah pasar yang menarik untuk persaingan.
Strategi yang Lain
          Banyak strategi yang dilakukan wirausaha pada tahap pertumbuhan, di antaranya:
1). Pertahanan bersaing. Agar tetap dapat bersaing, maka pengembangan produk dan perluasan pelayanan perusahaan harus selalu dinamis dan memposisikan perusahaan dalam keadaan kritis. Perusahaan harus selalu inovatif dan memperbaiki keberhasilannya di masa lalu atau memperbaiki produk yang pertama kali dihasilkannya, sebab jika tidak akan ditinggalkan oleh pasar.
2). Mencoba untuk produk yang menjadi “pemukul besar ”, dan tidak berkonsentrasi pada perbaikan keberhasilan produk yang sudah ada. Keberhasilan perusahaan seperti 3M (Man, Material, Market) tetap mendominasi posisi pasar melalui pengenalan produk baru secara berkesinambungan.
3). Mengambil langkah positif dan proaktif untuk menguasai manajer kunci dan ahli teknik profesional yang selalu diikutsertakan dalam pembentukan keberhasilan perusahaan. Sangatlah tidak mudah untuk menempatkan kembali kemampuan in­dividual yang cakap. Oleh sebab itu, kehilangan seseorang yang cakap dan dianggap kunci dapat menghancurkan keunggulan perusahaan dalam persaingan.
          Bentuk strategi lain berdasarkan aspek kemampuan perusahaan dalam menghadapi persaingan atau posisi kompetitif dan kemampuan bisnis, industri dalam menghasilkan laba adalah strategi pertumbuhan, stabilitas dan pengurangan. (Whellen & Hunger, 2000):
1). Strategi Integrasi
   a. Integrasi kedepan
Strategi yang dijalankan dengan mengambil alih fungsi yang semula dilakukan oleh pemasok barang dengan pertimbangan tertentu. Strategi ini banyak dijalankan karena dengan mengambil alih pemasok bahan akan terjadi efisiensi biaya. Contoh kebijakan integrasi ke depan, seperti: Grosir mengurangi jumlah pedagang perantara yang akan memasukkan barang dengan langsung dari produsen barang.
   b. Integrasi kebelakang
Strategi yang dijalankan dengan mengambil alih fungsi yang semula dilakukan oleh distributor dengan pertimbangan tertentu. Strategi ini banyak dijalankan karena dengan mengambil alih fungsi distributor akan terjadi efisiensi biaya. Contoh kebijakan integrasi ke belakang, seperti: Hotel membeli armada transportasi untuk mengurangi pelanggan memakai alat transportasi diluar hotel.
   c. Integrasi horisontal
Strategi yang dijalankan dengan memperluas kegiatan perusahaan ke dalam lokasi geografis yang berbeda atau menambah rentang produk atau jasa. Contoh kebijakan integrasi horisontal, seperti: Gramedia, Inie Pasar baru yang membuka usaha di berbagai wilayah.
            Melalui formulasi dan penerapan strategi yang efektif kinerja bisnis dapat ditingkatkan. Namun karena banyaknya berbagai macam bisnis yang berkembang, sehingga penentuan strategi sulit secara rinci untuk diuraikan, mengingat rencana tindakan yang senantiasa berubah. Namun, pada umumnya ada empat unsur utama strategi yang dapat diidentifikasi, antara lain:
* Sasaran
* Pemahaman lingkungan
* Penelitian sumber daya dan kemampuan
* Penerapan yang efektif
            Hal terpenting adalah apabila sebuah bisnis yang sedang berjalan itu memiliki sumber daya dan kemampuan yang unggul dibanding pesaing-pesaingnya, maka sepanjang bisnis itu menggunakan strategi yang mampu memanfaatkan sumber daya dan kemampuan secara efektif, maka bisnis itu akan mempunyai keunggulan bersaing. Kemungkinan memepertahankan keunggulan bersaing itu tergantung pada : tahan lama, dapat ditiru dan kelayakan. Keinginan dari pihak konsumen menentukan kebijakan strategi yang akan diambil, dimana pokok-pokok utama dari strategi ini adalah:
Komitmen akan harga yang rendah dan dengan kualitas yang tinggi
                  Bertujuan untuk menawarkan suatu kombinasi antara harga dan mutu yang mencerininkan bahwa nilai uang merupakan kriteria yang dominan bagi keputusan konsumen.
Peningkatan efisiensi biaya
                  Harga yang rendah dan nilai uang menyebabkan peningkatan efisiensi biaya pada semua bidang operasi bisnis. Pada saat seperti ini wirausahawan dituntut mampu melakukan perputaran penjualan yang tinggi dengan biaya operasional yang seminimal mungkin. Cara terbaik yang perlu dilakukan adalah : penyederhanaan operasi, memiliki falsafah manajemen organisasai yang mampu membentuk networking, menyususn rencana tindakan untuk penghematan biaya dan mengintegrasikan produksi dan distribusi dengan penjualan.

sumber referensi :
http://deboraeprb.blogspot.com/2014/12/kompetensi-inti-strategi-bersaing-dalam.html
http://yeninawatl.blogspot.com/2013/01/makalah-strategi-bersaing.html

Rabu, 24 Juni 2015

Strategi Pendanaan Usaha

           Setiap elemen perusahaan mulai dari pimpinan, manajer, tenaga kerja, hingga pemegang saham pasti menginginkan perusahaan dimana mereka bernaung tumbuh dan mencapai target atau menghasilkan keuntungan yang telah direncanakan sesuai dengan rencana kerja dan anggaran perusahaan yang telah dibuat sebelumnya.
        Untuk mencapainya, perusahaan harus memenuhi beberapa syarat, salah satunya yaitu pendanaan usaha. pendanaan usaha yang baik harus mencukupi kebutuhan dana yang cukup untuk memenuhi kebutuhan perusahaan, pendanaan tersebut juga harus bersifat kontinuitas agar kebutuhan modal kerja perusahaan selalu terjamin dan terpenuhi.
               Sebagai contoh, suatu perusahaan dalam pengembangan usaha dengan memiliki modal kerja yang cukup untuk membiayai kegiatan operasional merupakan syarat yang harus dipersiapkan sejak awal oleh perusahaan, agar kelangsungan perusahaan maupun proyek-proyek yang direncanakannya dapat berjalan lancar serta mengurangi resiko yang mungkin timbul akibat kurangnya dana untuk membiayai operasional perusahaan tersebut.
               Pendanaan ini merupakan aspek penting yang harus dipikirkan sebelum menjalankan sebuah usaha, karena dana ini diperlukan sebagai modal usaha untuk mendanai :
1. Membiayai biaya operasional.
2. Pengadaan aktiva tetap.
3. Persediaan, piutang, uang tunai (kas dan bank).
        Setiap jenis usaha, memiliki karakteristik kebutuhan pendanaan yang berbeda-beda. Perencanaan yang salah pada akhirnya akan mengarah pada cara pengelolaan yang salah pula, karena langkah awal yang diambil merupakan keputusan penting dalam memulai sebuah bisnis, akan menentukan keberhasilan pada langkah-langkah berikutnya.
kebutuhan pendanaan dapat sebuah usaha dapat dipenuhi dari sumber :
1. Internal, yaitu berasal dari setoran modal pemiliki usaha (modal saham disetor).
2. Eksternal, yaitu berasal dari pinjaman pihak ke-3. Pinjaman berasal dari supplier, investor atau bank.
               Menghitung dan merencanakan sumber pendanaan yang tepat merupakan langkah awal yang penting, yaitu menghitung berapa besar modal usaha yang dibutuhkan, kapan dana tersebut dibutuhkan, dari mana dana tersebut diperoleh dan bagaimana mengatur perputaran pendanaan yang ada agar tidak terjadi kesulitan di kemudian hari.
                   Pendanaan yang baik, tidaklah berarti  semuanya harus didanai dengan modal sendiri atau semua didanai dengan modal pihak ke-3 atau pinjaman, tetapi harus memperhatikan banyak aspek diatas, sehingga strategi pendanaan yang tepat dapat membantu usaha untuk terus mengembangkan volume usahanya, baik saat ini maupun mendatang.
                 Pendanaan yang baik juga menghitung aspek internal dan eksternal dari sebuah bisnis, yaitu : lingkungan persaingan, tingkat bunga pinjaman (eksternal), perputaran modal kerja, margin laba, peruputaran hutang dan piutang, perputaran sediaan (stok). Berapa modal kerja yang dibutuhkan oleh sebuah usaha, perlu dihitung dengan memadai, dan bagaimana menghitung serta menentukan strategi pendanaan yang tepat dalam sebuah usaha, baik bisnis baru maupun bisnis yang sudah berjalan, memerlukan suatu "rumusan" yang tepat.

Sumber referensi :

Selasa, 05 Mei 2015

Bisnis Kuliner

            Beberapa tahun belakangan ini, bisnis kuliner di Indonesia semakin menunjukan perkembangan. Banyak lahir wirausahawan baru yang terjun dalam bidang ini. Bukan sekedar menduplikasi produk kuliner yang sudah ada sebelumnya, namun mereka berani menciptakan produk baru yang inovatif dan kreatif.
            Berasal dari sifat inovatif dan kreatif inilah yang membuat mereka meraih kesuksesan. Tidak perlu modal yang besar untuk memperoleh bahan-bahan makanan yang mahal, karena mereka berhasil menciptakan produk kuliner baru dari bahan makanan sederhana. Pengusaha tersebut juga berani memodifikasi makanan yang sudah ada agar berbeda dari yang sebelumnya. Hal ini lah yang membuat konsumen tertarik kepada produk baru yang unik tersebut.
            Salah satu produk kuliner yang tengah di gandrungi masyarakat kini yaitu Nasi Bebek Madura. Makanan tradisional dari daerah Madura tersebut banyak dijumpai di restoran maupun kaki lima di pinggiran jalan kota-kota besar. Olahan bebek memang bisa dibilang tengah booming, banyak dari pengusaha mengolah bebek dengan digoreng, dirica-rica ala Madura, dan masih banyak lagi.
            Nasi bebek Madura mempunyai cita rasa yang unik, karena dibuat dari berbagai rempah-rempah  khas Indonesia. Aroma yang sedap pun semakin membuat konsumen ingin segera menyantapnya. Harga yang ditawarkan oleh pengusaha kaki lima untuk seporsi nasi bebek Madura pun masih bisa dibilang bersahabat, sehingga hampir semua golongan masyarakat dapat membelinya.
Berikut ini adalah cara membuat nasi bebek Madura yang berasal dari salah satu sumber:
Bahan resep bebek khas Madura:
·         1 ekor bebek muda dipotong 4 bagian
·         2 sdm cuka
·         3 batang serai dimemar
·         8 lembar daun jeruk
·         1,5 liter air
·         Minyak goreng secukupnya untuk menggoreng
Bumbu yang dihaluskan:
·         12 butir bawang merah
·         6 siung bawang putih
·         6 butir kemiri
·         4 cm jahe
·         3 cm kunyit
·         1,5 sdt ketumbar yang disangrai
·         1,5 sdt merica butir yang disangrai
·         Garam secukupnya
Cara membuat dan memasak bebek khas Madura:
1.      Tahap pertama adalah melumuri potongan bebek dengan cuka hingga rata lalu diamkan dalam kulkas kurang lebih 30 menit. Kemudian cuci bersih potongan bebek.
2.      Lumuri potongan bebek dengan bumbu halus hingga rata kemudian diamkan lagi dalam kulkas kurang lebih 30 menit agar bumbu meresap dengan baik
3.      Siapkan panci dan panaskan air, lalu rebus potongan bebek hingga empuk.
4.      Angkat potongan bebek dari dalam rebusan, kemudian goreng dalam minyak panas hingga matang dan berwarna kecoklatan
5.      Sisa kuah rebusan dapat dipanaskan kembali hingga kental dan dapat digunakan untuk untuk sambal bebek madura
6.      Sajikan bebek madura dengan nasi hangat dan lalapan

sumber referensi:

Business dan Marketing Plan


A.    Business Plan
Business plan atau perencanaan usaha merupakan dokumen yang tersusun sekumpulan rencana pada seluruh aspek yang dikelola perusahaan yaitu konsep usaha, pemasaran, produksi/operasional, SDM dan keuangan.
1.      Alasan penyusunan business plan
Secara umum penyusunan business plan bertujuan untuk memberikan kemudahan kepada pelaku usaha untuk menuliskan serta mengevaluasi semua rencana bisnis yang hendak dijalankan, namun lebih detailnya alasan penyusunan business plan yaitu:
Ø  Business Plan adalah blueprint usaha yang akan pengusaha dan karyawan serta pihak-pihak yang bekerja sama dalam kegitan operasionalnya. Business plan akan membantu pengusaha tetap kreatif dan fokus pada tujuan yang telah ditetapkan.
Ø  Business Plan merupakan alat untuk mencari dana, sehingga memberikan kemudahan dalam bisnis.
Ø  Business Plan adalah sarana komunikasi untuk menarik orang lain, pemasok, konsumen, dan penyandang dana. Business plan akan membuat pihak-pihak tersebut mengerti tujuan dan cara operasional bisnis.
Ø  Rencana bisnis akan mempermudah anda menjalankan usaha dengan mengetahui langkah-­langkah praktis menghadapi persaingan, membuat promosi, sehingga lebih efektif.
Ø  Membuat pengawasan lebih mudah dalam operasionalnya, apakah mengikuti atau sesuai dengan rencana atau tidak.

2.      Pihak-pihak yang memerlukan business plan
Sebuah business plan dapat dinilai oleh pembaca dengan memberikan bobot penilaian sangat bagus, bagus, sedang, dan kurang baik. Mengenai kedalaman dan rincian dari sebuah business plan sangat tergantung kepada luasnya bisnis yang akan dilakukan, apakah bisnisnya merupakan sebuah industri berskala besar atau hanya usaha kecil-menengah. Berikut ini pihak-pihak pengguna isi business plan:
Ø  Investor yang potensial
Ø  Perbankan
Ø  Konsultan
Ø  staf karyawan
Ø  pemasok barang
Ø  konsumen

3.      Bentuk formal business plan
Ø  Halaman Depan; terdapat nama dan alamat perusahaan, serta nama orang yang bertanggung jawab.
Ø  Daftar Isi; daftar isi yang disertai dengan nomor halaman.
Ø  Rangkuman Eksekutif; rangkuman dari perencanaan, sehingga memudahkan para pembaca mengetahui informasi usaha secara mudah dan cepat.
Ø  Penjelasan Usaha; menampilkan strategi perusahaan dan manajemen yang mengelola.
Ø  Pemasaran; melihat potensi pasar, serta menampilkan berbagai strategi, ramalan di masa mendatang.
Ø  Barang / Jasa; barang atau jasa yang dihasilkan mencakup kualitas, kuantitas, dan manfaat.
Ø  Usaha Meningkatkan Penjualan; teknik promosi yang dilakukan dan tenaga penjualan.
Ø  Permodalan; rencana permodalan mencakup neraca, aliran kas, dan pendapatan.
Ø  Apendix; lampiran seperti: akte pendirian, SIUP, sertifikat, dll.

B.     Marketing Plan
            Marketing plan adalah suatu strategi bisnis yang terperinci dan spesifik untuk menjual dan memasarkan produk barang dan/atau jasa. Dalam level mikro, Marketing Plan akan mengubah produk menjadi sesuatu yang akan mengisi celah pasar dan memenuhi keinginan pelanggan.
            Suatu Marketing Plan dapat mencakup bagaimana keadaan atau gambaran umum tentang produk yang akan dipasarkan, rekomendasi strategi pemasarannya, dana yang dibutuhkan, analisis lingkungan bisnis sekitar, tujuan keuangan dan pemasaran, kontrol terhadap cara pemasaran, dan masih banyak lagi sesuai dengan kebutuhan produk yang akan dipasarkan.
Inti utama dari pelaksanaan marketing plan ini adalah :
Ø  Analisa siatuasi lingkungan dan peluang pasar
Ø  Mengembangkan sasaran pemasaran
Ø  Menetapkan strategi pemasaran
Ø  Menciptakan taktik atau tindakan pelaksanaan
Kriteria marketing plan yang baik adalah :
Ø  Berdasarkan fakta dan asumsi yang benar
Ø  Teknik promosi yang efektif
Ø  Respon perubahan harga di pasar
Ø  Jaringan saluran distribusi
Ø  Keadaan persaingan yang sehat
Ø  S W O T perusahaan yang baik
Ø  Sumberdaya yang memadai

Marketing Plan dapat memuat hal-hal sebagai berikut :
Ø  Analisa situasi (S.W.O.T)
S = Strength / Kekuatan
W = Weakness / Kelemahan
O = Opportunity / Peluang
T = Threat / Ancaman
Pebisnis harus menganalisa keadaan intern dan ekstern perusahaannya. Keadaan intern meliputi gambaran terakhir serta analisis jumlah yang diperoleh. Melakukan analisa sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Keadaan ekstern yang perlu diperhatikan adalah keadaan makro yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.  Analisis makro ini meliputi keadaan politik, ekonomi,sosial, budaya. Analisis intern dan ekstern tersebut dilengkapi lagi dengan analisis S.W.O.T
Ø  Tujuan Pemasaran (Marketing Objectives)
Tujuan pemasaran perusahaan beraneka ragam sesuai dengan kepentingan perusahaan masing-masing. Sebagai contoh dapat dikemukakan tujuan pemasaran, mempertahankan posisi perusahaan sebagai market leader, atau memperluas penguasaan market.
Ø  Strategi Inti (Core Strategy)
Merupakan alternatif strategi yang terpilih dalam decision making. Untuk menghasilkan strategi inti ini dibutuhkan pemikiran mendalam didukung oleh data dan fakta sehingga dapat dirumuskan secara tajam
Ø  Jadwal Pelaksanaan (Action Plan)
Action plan lebih banyak, sebab disini dielaborasi lebih rinci. Jika strategi inti yang ingin dilaksanakan berupa pengembangan produk, maka harus dijabarkan model, bahan, mutu,kemasan, dsb.
Action plan harus dapat menjawab beberapa pertanyaan :
Ø  What, apa tugas yang harus dilakukan?
Ø  Who, siapa orang yang harus bertugas dan bertanggung jawab?
Ø  When, kapan pekerjaan harus dilaksanakan dan harus selesai?
Ø  Where, jika diperlukan dimana percobaan pasar akan dilakukan?
Ø  How, bagaimana cara melaksanakan tugas tersebut?
Ø  Anggaran Pemasaran (Marketing Budget)
Di dalam marketing budget dengan jelas harus dinyatakan besar biaya yang diperlukan, jenis kegiatan pemasaran untuk berbagai teknikpromosi, melakukan riset pemasaran, dsb
Ø  Pengawasan (Control)
Untuk semua implementasi marketing plan harus dilakukan pengawasan. Pengawasan dilakukan dengan membaca dan mempelajari laporan tertulis dari pelaksana ataupun hasil observasi. Jika terjadi penyimpangan atau kendala dalam pelaksanaan, maka harus segera diambil tindakan perbaikan

Marketing Mix (Bauran Pemasaran) adalah variabel-variabel terkendali yang digabungkan untuk menghasilkan tanggapan yang diharapkan dari pasar sasaran.
Bauran pemasaran juga dikenal  dengan sebutan 7P, yaitu:
Ø  Product (Produk) adalah elemen terpenting dan identitas dari perusahaan.
Ø  Price (Harga) adalah pengorbanan ekonomis yang dilakukan konsumen untuk mendapatkan barang maupun jasa (Monroe : 2005).
Ø  Promotion (Promosi) adalah cara komunikasi penjual kepada pembeli untuk mempengaruhi sikap dan perilaku pembeli.
Ø  Place (Saluran Distribusi) adalah kegiatan untuk memindahkan produk dari produsen ke konsumen.
Ø  People (Partisipan) adalah orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan produksi.
Ø  Process (Proses) adalah kegiatan pelayanan penjual kepada konsumen selama melakukan pembelian barang maupun jasa.
Ø  Physical evidence adalah kondisi atau keadaan yang didalamnya juga termasuk suasana.
Sumber referensi: